Jumat, 10 Mei 2013

RUANG LINGKUP BIOLOGI

RUANG LINGKUP BIOLOGI

BIOLOGI GABUNGAN DARI BIOS = KEHIDUPAN ; LOGOS = PENGETAHUAN
ILMU PENGETAHUAN YANG MENGKAJI DAN MEMPELAJARI TENTANG MAHLUK HIDUP DAN RUANG LINGKUPNYA

RUANG LINGKUP KAJIAN ILMU BIOLOGI MELIPUTI :
A. RAGAM OBJEK YANG DIPELAJARI :
a) MAKHLUK HIDUP à BERDASARKAN KLASIFIKASI TERDAPAT 6 KINGDOM MAHLUK HIDUP YAKNI :
              1.     KINGDOM ARCHAEBACTERIA à BAKTERI-BAKTERI EKSTRIM 
              2.                      EUBACTERIA à BAKTERI DAN CYANOBACTERIA
              3.                      PROTISTA à 1. MIRIP HEWAN (PROTOZOA), 2. MIRIP TUMBUHAN (ALGAE/GANGGANG), 3. MIRIP JAMUR
              4.                      FUNGI/JAMUR à meliputi 4 divisi : 1. ZYGOMYCOTA , 2. ASCOMYCOTA, 3. BASIDIOMYCOTA,  4. DEUTEROMYCOTA
              5.                      PLANTAE à meliputi 3 Divisi 1. LUMUT (BRYOPHYTA); 2. PTERIDOPHYTA (TUMBUHAN PAKU);
 3. SPERMATHOPHYTA (TUMBUHAN BERBIJI)
              6.                      ANIMALIA, meliputi 10 filum yaitu :
1.  PORIFERA (HEWAN BERPORI)
6.  ANNELIDA (CACING GELANG)
2.  CTENOPORA (HEWAN BERONGGA)
7.  MOLLUSCA (HEWAN LUNAK)
3.  CNIDARIA (HEWAN BERSENGAT)
8.  ARTHROPODA (BERBUKU-BUKU)
4.  PLATYHELMINTHES (CACING PIPIH)
9.  ECHINODERMATA (HEWAN BERDURI)
5.  NEMATHEMINTHES/NEMATODA (CACING GILIG)
10. CHORDATA (HEWAN BERKERANGKA DALAM)
b) MAKHLUK TRANSISI à YAKNI VIRUS, TRANSISI ANTARA BENDA DAN MAHLUK HIDUP.

B. TINGKAT ORGANISASI KEHIDUPAN
Dalam kajian ilmu biologi terdapat TINGKATAN ORGANISASI KEHIDUPAN mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks meliputi :
       1.   MOLEKUL, yaitu perpaduan berbagai unsur yang membentuk satu kesatuan senyawa. Molekul menyusun sel dalam bentuk organel yang terdiri atas molekul makro dan mikro. Contoh molekul: KARBOHIDRAT, PROTEIN, LEMAK, VITAMIN, HORMON, AIR, DLL
       2.   SEL, merupakan unit terkecil penyusun mahluk hidup yang mampu melaksanakan proses metabolismeà DIPELAJARI TENTANG : STRUKTUR, FUNGSI, BENTUK, DAN MACAM-MACAM SEL
       3.   JARINGAN, merupakan kumpulan sel dengan bentuk dan fungsi yang sama. Pada tingkatan ini dipelajari tentang : MACAM, FUNGSI, PENYUSUN, DAN PROSES PERKEMBANGAN PADA JARINGAN
       4.   ORGAN, merupakan kumpulan jaringan dengan fungsi tertentu yang saling menunjang kerja organ. Pada tingkat organ ini dipelajari tentang : JENIS, FUNGSI, PENYUSUN, PROSES PERKEMBANGAN, DAN KELAINAN PADA ORGAN
       5.   SISTEM ORGAN, merupakan kumpulan berbagai organ yang saling berinteraksi dalam melaksanakan fungsi di dalam tubuh. Hal yang dikaji pada tingkat sistem organ adalah : MACAM, FUNGSI, PENYUSUN, CARA KERJA, DAN KELAINAN PADA SISTEM ORGAN
       6.   ORGANISME/INDIVIDU  merupakan sebutan untuk satu organism yang merupakan satu kesatuan sistem organà DIPELAJARI TENTANG : JENIS, CARA REPRODUKSI, CARA HIDUP, DAN CARA ADAPTASI ORGANISME
       7.   POPULASI, merupakan kumpulan individu yang berada pada waktu dan tempat yang samaà DIPELAJARI TENTANG : KOMPETISI, MIGRASI, PERKEMBANGAN DAN PENURUNAN POPULASI
       8.   KOMUNITAS, merupakan  kumpulan beberapa populasi yang berada pada waktu dan tempat yang sama à DIPELAJARI TENTANG : PERILAKU ANTAR POPULASI, INTERAKSI ANTAR POPULASI, kondisi lingkungan di dalamnya
       9.   EKOSISTEM, merupakan interaksi antara kumpulan populasi (komunitas) yang berinteraksi dengan lingkungan abiotiknya (tanah, air, udara, dan sinar matahari). Pada tingkat ekosistem dipelajari tentang : JENIS ekosistem, KOMPONEN PENYUSUN, INTERAKSI, RANTAI MAKANAN, DAUR MATERI
    10.   BIOMA, merupakan kumpulan ekosistem yang mencakup wilayah yang luas à DIPELAJARI TENTANG : MACAM BIOMA, CIRI-CIRI DAN KOMPONEN PENYUSUN TIAP-TIAP BIOMA. Contoh bioma : bioma gurun, bioma taiga, bioma tundra, dll

C. CABANG-CABANG ILMU YANG TERKAIT DENGAN RUANG LINGKUP DAN OBJEK KAJIAN BIOLOGI

1
Agronomi
Ilmu yang mempelajari tentang
Tanaman budidaya
2
Algologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Alga/ganggang
3
Anatomi
Ilmu yang mempelajari tentang
Bagian-bagian struktur tubuh dalam makhluk hidup
4
Andrologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Macam hormon dan kelainan reproduksi pria
5
Bakteriologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Seluk beluk bakteri
6
Bioetika
Ilmu yang mempelajari tentang
Batasan2 moral/kepantasan dalam aplikasi ilmu2 biologi
7
Biofisika
Ilmu yang mempelajari tentang
Aplikasi perangkat dan teori fisika untuk menjelaskan atau dimanfaatkan di dalam fenomena mahluk hidup
8
Biogeografi
Ilmu yang mempelajari tentang
Persebaran keanekaragaman hayati/mahluk hidup berdasarkan ruang dan waktu di permukaan bumi
9
Bioinformatika
Ilmu yang mempelajari tentang
Pemanfaatan program komputer untuk eksplorasi fenomena biologi eksperimental
10
Biokimia
Ilmu yang mempelajari tentang
Molekul penyusun tubuh mahluk hidup dan reaksi terkatalisasi oleh enzim di dalam tubuh mahluk hidup
11
Biologi molekuler
Ilmu yang mempelajari tentang
Kajian biologi pada tingkat molekul
12
Bioteknologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Penggunaan penerapan proses biologi secara terpadu yang meliputi proses biokimia, mikrobiologi, rekayasa kimia untuk bahan pangan dan peningkatan kesejahteraan manusia
13
Botani
Ilmu yang mempelajari tentang
Tumbuhan
14
Dermatologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Seluk beluk Kulit
15
Ekologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan
16
Embriologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Perkembangan embrio
17
Endokrinologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Hormon
18
Entomologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Serangga
19
Enzimologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Enzim
20
Epidemiologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Penularan penyakit
21
Eugenetika
Ilmu yang mempelajari tentang
Hukum pewarisan sifat
22
Evolusi
Ilmu yang mempelajari tentang
Perubahan struktur tubuh makhluk hidup secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama
23
Faringologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Tenggorok
24
Farmakologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Obat-obatan
25
Fisiologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Faal (fungsi kerja) organ tubuh
26
Fisioterapi
Ilmu yang mempelajari tentang
Pengobatan terhadap penderita yang mengalami kelumpuhan atau gangguan otot
27
Fitotomi
Ilmu yang mempelajari tentang
Anatomi tumbuhan
28
Genetika
Ilmu yang mempelajari tentang
Cara pewarisan sifat
29
Hemintologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Cacing
30
Higiene
Ilmu yang mempelajari tentang
Pemeliharaan kesehatan makhluk hidup
31
Histologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Jaringan hewan dan manusia
32
Ichtiologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Ikan
33
Imunologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Sistem kekebalan (imun) tubuh
34
Karsinologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Crustacea/udang
35
Klimatologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Iklim
36
Limnologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Perairan mengalir
37
Malakologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Moluska
38
Mikologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Seluk beluk jamur/fungi
39
Mikrobiologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Mikroorganisme
40
Miologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Otot
41
Morfologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Bentuk atau ciri luar organisme
42
Onthogeni
Ilmu yang mempelajari tentang
Perkembangan makhluk hidup dari zigot menjadi dewasa
43
Organologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Organ
44
Ornitologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Burung
45
Otologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Telinga
46
Palaentologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Fosil dan hubungannya dengan sejarah bumi
47
Paleobotani
Ilmu yang mempelajari tentang
Fosil tumbuhan
48
Parasitologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Kehidupan parasit dan pengaruhnya terhadap organisme
49
Patologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Penyakit dan pengaruhnya bagi manusia/organisme
50
Phylogeni
Ilmu yang mempelajari tentang
Perkembangan makhluk hidup dari organism sederhana hingga kompleks
51
Protozoologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Protozoa atau hewan satu sel
52
Radiobiologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Sinar kosmis yang berguna bagi kesehatan/medis yang berefek pada tubuh organisme, contohnya sinar-x
53
Rekayasa genetik
Ilmu yang mempelajari tentang
Manipulasi sifat materi genetik
54
Rinologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Hidung dan sinus
55
Sanitasi
Ilmu yang mempelajari tentang
Kesehatan lingkungan
56
Sitologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Sel
57
Taksonomi
Ilmu yang mempelajari tentang
Penggolongan/pengelompokan makhluk hidup
58
Teratologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Cacat janin dalam kandungan
59
Virologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Seluk beluk virus
60
Zoologi
Ilmu yang mempelajari tentang
Hewan
61
Zootomi
Ilmu yang mempelajari tentang
Anatomi hewan

D. PERANAN, MANFAAT, DAN ILMU TERAPAN BIOLOGI

PERANANNYA :
1. Alat untuk memahami  mempelajari, mengkaji, dan mengembangkan pengetahuan/wawasan manusia mengenai hal-hal yang semula tidak diketahui menjadi diketahui à mengenai mh dan yang terkait dengan ruang geraknya
2. Menjadi dasar bagi penemuan dan pengungkapan berbagai ilmu terapan

MANFAATNYA :
1. Memberikan sumbangan bagi kesejahteraan manusia, meningkatkan kualitas hidup
2. Membantu manusia dalam memanfaatkan sda secara optimal
3. Mendasari manusia untuk melakukan diversifikasi (penganekaragaman) dan konservasi (pelestarian) sda
4. Membantu menyingkap ilmu-ilmu hayati dan pelestarian lingkungan

MANFAAT BIOLOGI TERHADAP BIDANG-BIDANG TERAPAN ILMU BIOLOGI :
1. PERTANIAN
Pada bidang pertanian biologi banyak bermanfaat dalam :
Penemuan bibit unggul melalui persilangan/hibrida dan seleksi bibit, pemberantasan hama, meningkatan produksi pertanian, pemanfaatan bioteknologi dalam produksi bibit secara cepat (misalnya kultur sel dan kultur jaringan), teknologi pembuatan kompos/pupuk organik, teknologi pengolahan dan pengemasan hasil panen.
2. PETERNAKAN
Produksi ternak unggul melalui kawin silang, penanggulangan hama dan penyakit secara terpadu, pemanfaatan predator hama, pemanfaatan hormon penggemuk ternak, teknologi produksi/budidaya ternak, teknologi produksi hasil ternak (contoh : meningkatkan hasil susu dan daging), teknologi inseminasi buatan, teknologi penyimpanan sperma pejantan unggul, teknologi pengolahan hasil ternak. 
3. PERIKANAN
Seleksi benih ikan unggul, pemberantasan pathogen dan parasit, teknologi suntik hormon, teknologi peningkat produksi ikan, teknologi budi daya ikan, teknologi pembuatan pakan, teknologi penyimpanan hasil panen ikan, teknologi pengemasan ikan ekspor, dll.  
4. KEDOKTERAN
Penemuan penyakit dan teknologi pengobatannya, penemuan teknologi bedah organ dan jaringan, teknologi transplantasi organ, teknologi bayi tabung. Teknologi hemodialisis, dll
5. INDUSTRI :
PANGAN, memanfaatkan ilmu biologi dalam penemuan berbagai sumber pangan dari tumbuh-tumbuhan dan hewan, pemanfaatan mikroorganisme dalam proses pembuatan bahan makanan yang siap saji (misal : tempe, yogurt, tape, nata de coco, dll)
SANDANG, memanfaatkan biologi dalam upaya penemuan berbagai sumber bahan sandang dan fashion, misalnya : kapas, kepompong ulat sutra, bulu unggas, bulu domba, tanaman rami, kulit hewan mamalia dan reptil.
PAPAN, manfaat biologi terutama dalam penemuan tanaman sebagai bahan baku bangunan, misalnya : kayu jati, meranti, kayu mahoni, kayu kelapa, dll
OBAT/FARMASI, biologi berperan dalam penemuan antibiotic dari bakteri dan jamur, penemuan vaksin, penemuan cara isolasi serta produksi hormon ataupun enzim. Penemuan berbagai obat herbal dan metabolit sekunder bahan baku obat.

E. PERSOALAN-PERSOALAN YANG DIKAJI DALAM BIOLOGI

1. Biologi keilmuan/sainsà proses ilmiah suatu bidang ilmu èmempelajari tentang sains, ciri-ciri sains dan metode ilmiah
2. Sejarah à terkait dg penemuan benda2 purba, fosil dan hubungannya dengan mh sekarang è dipelajari dengan ilmu palaentologi dan paleobotani
3. Evolusi à terkait perubahan mh dari waktu kewaktu èdipelajari dengan ilmu evolusi
4. Keanekaragaman dan keseragaman mahluk hidup èdipelajari dengan ilmu klasifikasi dan taksonomi
5. Genetika/pewarisan sifat mahluk hidup è dipelajari dengan ilmu genetika
6. Organisme dan lingkungan hidupnya (habitatnya) èdipelajari dengan ilmu ekologi
7. Perilaku mahluk hidup à gerak, respon, sifat, tingkah laku, adaptasi, cara pertahanan diri  èmelalui ilmu fisiologi
8. Struktur dan fungsi mahluk hidup èdipelajari dalam ilmu anatomi, morfologi, histologi, organologi (kedokteran/zoologi)
9. Regulasi/pengaturan dalam tubuh mahluk hidup à metabolisme  mahluk hidup è dipelajari dalam ilmu fisiologi

F.  METODE ILMIAH

Ilmu pengetahuan, termasuk biologi merupakan kumpulan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang dibentuk melalui serangkaian kegiatan ilmiah.  Ciri-ciri ilmu pengetahuan : memiliki objek kajian, memiliki metode, bersifat sistematis, bersifat universal, bersifat objektif, bersifat analitis, dan bersifat verifikatif.

a)     Memiliki Objek Kajian
Suatu ilmu harus memiliki objek kajian, contoh ilmu matematika memiliki objek kajian berupa angka-angka, ilmu kimia memiliki objek kajian berupa zat-zat beserta sifatnya. Bagaimana dengan objek kajian biologi?

b)    Memiliki Metode untuk mengkaji
Pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dilakukan secara asal-asalan, tetapi menggunakan cara atau metode tertentu. Metode yang digunakan itu bersifat baku dan dapat dilakukan oleh siapapun. Metode apakah yang digunakan untuk menemukan kebenaran secara ilmiah? Coba ingatlah kembali pelajaran tentang metode ilmiah yang Anda pelajari di SMP/MTs!

c)     Bersifat sistematis
Dalam biologi, jika kita akan mempelajari tentang sel, maka materi yang akan kita pelajari perlu mendapat dukungan materi lain, misalnya tentang jaringan, organ, sistem organ, dan individu. Demikian pula sebaliknya, sehingga pengetahuan-pengetahuan itu tidak bertolak belakang. Ilmu pengetahuan bersifat sistematis adalah bahwa sebuah pengetahuan harus memiliki hubungan ketergantungan dan teratur, tidak boleh ada unsur-unsur yang saling bertolak belakang.

d)    Bersifat universal
Apakah yang dimaksud dengan universal? Coba Anda ingat kembali tentang materi reproduksi yang terjadi pada makhluk hidup! Reproduksi seksual selalu dimulai dengan adanya pertemuan antara sperma dan sel telur. Anda pikirkan, apakah hal itu berlaku untuk semua jenis makhluk hidup? Jika benar, berarti ilmu itu berlaku secara umum atau bersifat universal. Jadi, kebenaran yang disampaikan oleh ilmu harus berlaku secara umum.

e)    Bersifat Objektif
Bagaimana jika ilmu bersifat tidak objektif? Dapatkah ilmu itu dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia? Sebuah ilmu harus menggambarkan keadaan secara apa adanya, yaitu mengandung data dan pernyataan yang sebenarnya (bersifat jujur), bebas dari prasangka, kepentingan, atau kesukaan pribadi. Saat ini, ilmu biologi sudah mengalami perkembangan yang luar biasa. Telah disebutkan di awal materi bahwa pada saat terjadi peristiwa bom Bali, untuk mengungkap identitas pelaku peledakan bom tidak bisa dilakukan dengan menggunakan sidik jari karena tubuh pelaku peledakan bom juga ikut hancur. Untuk mengetahui identitas pelaku hanya dapat digunakan satu cara, yaitu dengan menggunakan tes DNA yang berasal dari serpihan tubuh pelaku peledakan yang kemudian dicocokkan dengan DNA orang tuanya.

f)      Bersifat analitis (terperinci)
Ingatlah kembali pelajaran IPA saat Anda belajar di SMP/MTs! Jika ingin mempelajari struktur dan fungsi tumbuhan, maka Anda akan mempelajari bagian-bagian yang lebih rinci, yaitu akar, batang, daun, dan sebagainya. Itulah sebabnya kajian suatu ilmu dapat terbagi-bagi menjadi bagian yang lebih rinci guna memahami berbagai hubungan, sifat, serta peranan dari bagian-bagian tersebut.

g)     Bersifat Verifikatif (menguji kembali ilmu yang telah ada)
Suatu ilmu mengarah pada tercapainya suatu kebenaran. Misalnya, teori tentang Generatio Spontanea, menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang sudah diyakini kebenarannya, tetapi akhirnya teori itu digugurkan dengan teori Biogenesis, menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup juga. Akhirnya teori ini diyakini kebenarannya sampai sekarang.
Bidang-bidang/cabang-cabang ilmu pengetahuan dan terapan biologi ditemukan melalui proses pengkajian, analisis secara mendalam dan sistematis yang merupakan proses pengkajian secara ilmiah. Cara sistematis yang digunakan ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi disebut è METODE ILMIAH

MANFAAT METODE ILMIAH :
1. Memecahkan masalah dengan nalar dan pembuktian yang meyakinkan, tidak diragukan kebenarannya
2. Memberikan kebenaran obyektif à tidak berdasarkan pendapat satu orang, karena melalui pembuktian ilmiah dan diuji secara ilmiah
3. Menyingkap rahasia alam yang belum diketahui. Untuk menyingkap rahasia alam diperlukan sains. SAINS adalah è ilmu yang mempelajari gejala-gejala alam sehingga dapat memahami alam apa adanya dan bisa diterima akal sehat.
CIRI-CIRI SAINS/ILMU PENGETAHUAN ALAM :
·    Objek kajian jelas/nyata dan dapat ditangkap oleh panca indra
·    Dikembangkan berdasarkan pengalaman pribadi
·    Langkah kajian teratur/sistematis
·    Menggunakan cara berfikir logis/menggunakan akal sehat
·    Hasilnya tidak direkayasa/apa adanya
·    Hasil bisa diberlakukan secara umum/diterapkan atau dibuktikan secara luas dimanapun

Dengan adanya metode ilmiah maka akan memunculkan PENGETAHUAN ILMIAH atau disebut ILMU PENGETAHUAN.
ILMU PENGETAHUAN merupakan pengetahuan/wawasan yang diperoleh dari proses berfikir, atau meneliti dengan menggunakan metode/prinsip-prinsip ilmiah tetentu.

PENGETAHUAN NON ILMIAH adalah wawasan yang diperoleh secara kebetulan atau tanpa proses berfikir ilmiah atau menggunakan metode  ilmiah, yang dapat diperoleh secara kebetulan atau tiba-tiba berupa inspirasi, intuisi, spekulasi, prasangka, dll

Untuk dapat menjadi seorang ILMUWAN/PENELITI, harus mempunyai SIKAP ILMIAH :
1.     Mampu membedakan fakta dan opini (objektif)
2.     Berani dan santun dalam mengajukan pertanyaan/argumentasi
3.     Mengembangkan rasa ingin tahu
4.     Peduli terhadap lingkungan sekitarnya
5.     Berpendapat secara ilmiah dan kritis
6.     Berani bertanggung jawab terhadap apa yang diungkapkan
7.     Mampu bekerja sama dengan peneliti atau tim peneliti
8.     Jujur terhadap hasil
9.     Tekun berusaha/pantang menyerah dalam melaksanakan penelitian

Dalam penelitian ilmiah dibutuhkan langkah-langkah metode ilmiah yang sering digunakan ilmuwan sehingga berhasil menemukan suatu ilmu. Langkah-langkah metode ilmiah itu adalah:
1.    Menemukan dan merumuskan masalah.
Dari hasil suatu pengamatan akan timbul suatu permasalahan. Selanjutnya masalah itu dirumuskan, kemudian akan diperoleh fakta yang berkaitan dengan masalah yang akan dihadapi. Contoh: Anda ingin mencoba memberikan pupuk kompos terhadap tanaman cabai. Perubahan kondisi yang akan diteliti adalah pertumbuhan tanaman cabai, yaitu tentang perubahan tinggi tanaman serta besar daunnya dibandingkan dengan tanaman cabai yang tidak diberi pupuk. Selanjutnya, Anda dapat merumuskan suatu masalah, misalnya adakah pengaruh pupuk kompos terhadap pertumbuhan tanaman cabai? Masalah yang telah diperoleh dapat dijadikan judul sementara untuk Proposal Eksperimen misalnya : Pengaruh Pemberian Pupuk Kompos Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai
2.    Menetapkan Tujuan/maksud Penelitian
Apakah tujuan penelitian yang akan dilakukan? Contoh mengetahui pengaruh pupuk kompos terhadap pertumbuhan tanaman cabai.
3.    Pengumpulan data/informasi awal
Melakukan pendataan dengan observasi, wawancara, kuisioner, telaah pustaka untuk mendapatkan gambaran awal mengenai metode dan instrument yang diperlukan dalam percobaan serta mencari kisaran pupuk yang umum digunakan petani dalam penanaman cabai.
4.    Merumuskan hipotesis (menyusun dugaan sementara).
Dari permasalahan ini kemudian disusun hipotesis/dugaan sementara atas permasalahan yang akan diteliti. Contoh hipotesis : diperkirakan bahwa pupuk kompos akan menyebabakan pertumbuhan tanaman cabai lebih baik dibandingkan tanaman cabai yang tidak menggunakan kompos.
5.    Merancang eksperimen
Setelah menyusun jawaban sementara, misalnya bahwa pupuk kompos dosis 3 kg berpengaruh paling baik terhadap pertumbuhan tanaman cabai, selanjutnya hipotesis itu diuji dengan melakukan kegiatan eksperimen melalui tahap-tahap berikut :
a.     Menentukan perlakuan/variabel bebas
Kegiatan pada taraf perlakuan adalah menentukan dan mengontrol variabel. Pada kelompok eksperimen diberikan perlakuan, sedangkan pada kelompok kontrol tidak. Misalnya, sesuatu yang akan dicobakan, yaitu pupuk disebut sebagai variabel bebas, kemudian diberikan taraf perlakuannya, yaitu dengan memberikan pupuk dengan dosis yang berbeda-beda. Antara dosis pertama dengan dosis berikutnya sebaiknya meningkat secara tetap. Misalnya, perlakuan pertama dosisnya 1 kg, perlakuan kedua dosisnya 2 kg, perlakuan ketiga dosisnya 3 kg, dan seterusnya. Setiap tingkatan dosisnya naik 1 kali.
b.  Mengendalikan variabel tak bebas
Jika dalam suatu eksperimen akan dibuktikan pengaruh pupuk, maka pengaruh faktor lain harus dikendalikan, yaitu dengan cara memberikan faktor (variabel) pada semua kelompok perlakuan yang sama. Misalnya, pemberian air, besarnya pot, banyak tanah, jenis cabai, cahaya matahari, frekuensi pemupukan semuanya harus diperlakukan sama. Variabel yang ukurannya serba sama dan terkontrol ini dinamakan variabel tak bebas atau variabel terkendali.
c.  Mengantisipasi faktor error
Dalam setiap ekspreimen biasanya sering hal-hal takterduga yang dapat berpengaruh terhadap hasil eksperimen. Hasil tak terduga ini dapat menyebabkan eksperimen gagal, misalnya tiba-tiba tanaman terserang hama atau penyakit, tanaman hilang dicuri, terjadi angin putting beliung yang merusak tanaman. Faktor tak terkendali ini disebut Faktor Error/Galat. Dalam proses eksperimen faktor galat semaksimal mungkin diperhitungkan sehingga terdapat proses antisipasi dengan mempertimbangkan iklim, musim, kondisi lingkungan, faktor keamanan, dll. Pada eksperimen terhadap tanaman umumnya mendapatkan toleransi error sebesar 5-10%. Jika error yang terjadi lebih dari 10% maka eksperimen tidak valid/tidak syah dan harus diulang.
d.  Pengulangan sampel percobaan
Pengulangan sampel/contoh percobaan disini maksudnya adalah dalam melaksanakan perlakuan eksperimen tidak hanya terhadap satu individu atau satu kelompok saja sebab sangat riskan karena data yang diperoleh bisa mengalami kesalahan yang tidak disengaja. Selain itu, satu individu/satu kelompok saja tidak bisa mewakili seluruh populasi. Misalnya, jumlah setiap perlakuan ada 3 individu, berarti dalam eksperimen tersebut ada 6 perlakuan akan diulang sebanyak 3 kali sehingga untuk semua perlakuan terdapat 18 individu. Jadi, besarnya sampel (jumlah individu/kelompok yang diberi perlakuan) seluruhnya adalah 18 individu. Semakin banyak ulangannya, berarti sampel juga semakin besar, sehingga hasilnya semakin sahih/mendekati kebenaran dan tingkat error/kesalahan semakin kecil.
e.  Menetapkan cara memperoleh data eksperimen
      Penelitian kualitatif dapat memperoleh data dengan wawancara, deskripsi/penggambaran situasi, tes lisan, observasi langsung, mencicipi rasa, mendengar kaset, mikroskop, kaca pembesar, dll. Penelitian kuantitatif dilakukan dengan alat bantu mistar, timbangan, thermometer,dll.      
f.    Menetapkan cara mengolah dan menganalisis data eksperimen
      Umumnya data kuantitatif dapat diolah dan dianalisis dengan statistik. Untuk data kualitatif umumnya menjumlah hasil wawancara/angket dalam bentuk diagram prosentase dan diperbandingkan antar variabel bebas, manakah yang paling berpengaruh. Contoh cara mengolah data :
Berdasarkan hasil wawancara terhadap 100 orang mengenai penyebab kenakalan remaja didapatkan hasil : 40 orang menjawab faktor keluarga, 30 orang menjawab faktor lingkungan, 30 orang menjawab dampak teknologi. Dengan demikian hasil prosentase menunjukkan faktor keluarga lebih perpengaruh terhadap kenakalan remaja dibandingkan faktor lingkungan dan faktor dampak teknologi.      
6.    Melakukan percobaan dan observasi atau pengumpulan data.
Observasi merupakan hasil dari pengamatan melalui panca indra. Dalam hal ini Anda akan belajar dengan mencari gambaran atau informasi tentang objek penelitian. Tujuan observasi dalam eksperimen adalah mengamati dengan teliti perubahan atau gejala yang terjadi ketika melakukan percobaan dengan maksud mengumpulkan data yang lebih banyak.
Hasil apa saja yang kita peroleh dari suatu pengamatan? Coba Anda sebutkan fungsi alat indra kita. Dengan mata, kita bisa melihat bentuk, warna, serta gerak suatu objek. Dengan alat pendengaran, kita bisa mendengar bunyi atau suara. Dengan lidah, kita bisa merasakan berbagai rasa, dengan perabaan bisa mengetahui permukaan objek, adapun dengan penciuman kita bisa merasakan macam-macam bau. Dalam mempelajari biologi, kegiatan observasi ini bisa dibantu dengan alat bantu, antara lain mikroskop, kertas lakmus, lup, termometer, penggaris, dan sebagainya. Hasil observasi dapat berupa gambar, bagan, tabel, atau grafik.
7.   Menjawab masalah
Dari masalah yang akan dijawab, melalui kegiatan eksperimen dicari dan ditemukan jawabannya berdasarkan analisis data yang diperoleh dalam eksperimen, kemudian didiskusikan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara mencari rata-rata dari semua data yang diperoleh atau diubah ke dalam persen kemudian dibuat grafik. Hasil rata-rata itu kemudian ditafsirkan dan dijadikan pijakan untuk membuat kesimpulan.
8.   Menguji jawaban
Tahap ini dilakukan untuk meyakinkan kebenaran suatu jawaban. Pengujian sekali lagi perlu dilakukan melalui percobaan seperti contoh di depan. Pengujian ini dilakukan dengan kondisi dan perlakuan yang sama seperti semula. Contoh dilakukan percobaan pemberian pupuk kompos terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai dengan perlakuan pada sejumlah individu yang sama. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin banyak pemberian pupuk, semakin banyak memberikan hasil yang paling baik dari sampel yang dicobakan.
9.   Menarik kesimpulan
Kesimpulan diperoleh berdasarkan hasil dari eksperimen. Kemungkinan kesimpulan pertama, hipotesis ditolak jika dugaan sementara tidak sesuai dengan hasil eksperimen. Apabila hipotesis diterima, berarti dugaan sementara sesuai dengan hasil eksperimen. Manakah hasil eksperimen yang baik, jika hipotesis ditolak atau diterima? Semua hasil eksperimen dikatakan baik jika dilakukan dengan prosedur secara ilmiah, contoh dari hasil percobaan terhadap pemberian pupuk diketahui pemberian pupuk berpengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman cabai.
10.  Penyusunan Laporan Hasil Penelitian
Setelah seluruh rangkaian penelitian telah dilalui maka dilakukan penyusunan laporan publikasi penelitian dengan rincian meliputi : 
1)    Halaman judul/cover
2)    Kata pengantar
3)    Daftar isi
4)    Daftar tabel
5)    Daftar gambar
6)    Ringkasan/abstrak
7)    Bagian isi :
a.     Bab I  Pendahuluan, berisi uraian singkat tentang latar belakang mengapa melakukan penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, rumusan masalah dan Hipotesis (dugaan sementara dari permasalah yang diteliti)
b.     Bab II  Tinjauan pustaka, berisi teori yang berkaitan dengan penelitian
c.     Bab III Metodologi, berisi alat, bahan, tempat, waktu penelitian dan cara kerja/prosedur kerja
d.     Bab  IV Hasil dan pembahasan, berisi data-data yang diperoleh selama penelitian dan ulasan/argumentasi hasil penelitian
e.     Bab V  Kesimpulan dan saran, berisi simpulan peneliti terhadap hasil penelitiannya serta saran-saran perbaikan atas kelemahan atau kekurangan yang terdapat pada keseluruhan penelitian tersebut
f.      Daftar pustaka, berisi literature yang digunakan sebagai rujukan
g.     Lampiran,  berisi data mentah, analisis data, data kuisioner, peta lokasi, dan data pendukung lainnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar